Gunung Harta, Bandung Surabaya

Gunung Harta GH – 035 [Bandung, Surabaya, Malang]

  1. Mesin Mercedes Benz 1836 OC500RF.
  2. Karoseri Adiputro Jetbus 2+ SHD
  3. N 7387 UA, GH-035, BANDUNG-SURABAYA-MALANG

Hari ini ceritanya berpindah moda dr PO yang sudah sejak 2009 sering sya naiki. Mumpung ada kesemptan utk jemput anak dan Istri ke sby, sekalian mencoba PO yang baru 2 minggu ini buka lapak ke Bandung.

Ada beberapa alasan utk mencoba PO Gunung Harta jurusan Bandung-Surabaya-Malang ini, antara lain:
1. Armada yg lebih baru. MB 1836 dengan body kekinian, yang kayaknya utk jurusan bdg-sby-mlg masih belum ada,
2. Info dari group manianya, servis OB dan RM nya katanya relatif lebih enak,
3. Menurut manianya lagi, waktu tempuhnya lebih cepat. Let see, PO sebelah reguler sya td sdh brkt pukul 1530 utk ke malang, dan 1500 utk ke DPS.
Intinya hendak bandingin lah, apakah its worth it to try another service provider. Karena selama ini, PO sebelah cenderung makin turun layanannya.

Berikut hasil catatan perjalanan singkat saya 🙂

1. Gunung Harta, MB 1836 O500R, Adiputro SHD N7387UA, GH-035. BANDUNG-SURABAYA-MALANG. Driver Pak Ferry & Pak Kasiyanto, helper ????
2. Keluar Terminal Cicaheum jam 1521. Kendali kemudi dipegang oleh Pak Ferry.
3. Lesson learned, kalau naik 1836 SHD, jangan duduk di 2A. Posisi duduk pas bgt ama sekat pembatas kaca. Daaan ternyata saya kuper, sya kira bentukan selendang di samping depan itu adalah tiang, ternyata ornamen luar sja.
4. Same old problem utk jok aldilla dll, buat yg punya kaki panjang seperti sya, dudukan kursi terlalu pendek. Nggantung.
5. 1645 macet masuk tanjungsari, semoga cisumdawu lekas selesai.
6. 1725 masuk sumedang muter via lingkaran, 1735 keluar bunderan, 1737 masuk RM Sari Rasa.
7. Menu makanan sangat berlimpah: Semur Ayam, perkedel, sop kacang merah, tahu bumbu, semur kentang, krupuk dan Teh Hangat Manis. Rasanya lumayan enak, terasa bumbunya, teh manis perlu diperbesar gelasnya hehehehe
8. 1815 keluar RM, menuju cirebon, ganti driver tengah Pak Kasiyanto. Mulai takeover satu persatu kendaraan, termasuk antrian nyalindung, goyang kanan nyaris2, mantap
9. 1908 lewat RM Kabita, tempat PO lain istirahat. kosong, sdh pada brkt utk tujuan yg sama.
10. Sempat tidur sebentar, bangun menjelang GT Sumberjaya, jam 1951. Mgkn karena lumayan hemat biaya, bbrp PO lain tetap lanjut dan masuk via GT Plumbon, padahal lumayan memangkas waktu.
11. Baru masuk lintasan tol sumberjaya, tiba2 dari belakang langsung wuusss melintas 1830 Pahala Kencana. Sempat mengejar dan menguntit, tak lama kemudian, pukul 2000 PK memberi jalan. Sya yg awalnya duduk di 2A, akhirnya pindah ke bawah disamping Pak Kas.
12. SHD 1836 sungguh empuk suspensinya, jalanan bergelombang ga terasa, garis penanda sblm masuk gerbang tol jg sama. Untuk manuver selap selip juga nyaman, awalnya mikir dengan body tinggi akan terasa goyang, ternyata tidak.
13. Sepanjang tol melaju kencang, sempat intip spedometer, garis menunjuk di angka 110. Bablas hingga GT Brexit, lumayan pangkas waktu dibanding lewat luar. Ga banyak bertemu dgn bus yg lewat sana, di pertigaan keluar baru ketemu dgn Rosalia Indah SHD.
14. Sepanjang tegal-pemalang, banyak jalan berlubang. Truk mulai menguasai jalan, 35 cukup jalan seadanya.
15. Pemalang-Pekalongan, mulai ditemani oleh Agra Mas BM066. Pak Kas bilang, kondisi mesin agak kurang enak utk tarikan, rem jg kurang menggigit, akhirnya beri jalan ke BM066 utk memimpin di depan, mulailah konvoi.
16. Masuk Batang – Subah, mulai bertemua Rosin yg diawal, hingga di akhir bertemu dgn lainnya. Konvoi HarJay HD2, HarJay Skyliner, JB Sindoro Satria Mas, RoSin JB, AM BM066 dan dipimpin oleh RoSin SHD. GH35 dimana? Efek kurang menggigitnta rem dll, plus Pak Kas yang belum dapat kopi, GH35 membuntuti dari belakang.
17. Pisah di lingkar alas roban, GH35 dan RoSin SHD ambil lingkar, lainnya lurus.
18. 2350 isi solar dan kontrol di RM Sari Rasa.
19. Sistem kemudi diambil alih oleh Pak Ferry, karena ngantuk, kembali ke 2A utk bobo mania.
20. Bangun jam 0130, lagi berhenti di menjelang Demak. Dalam armada sudah banyak orang yg berdiri, ternyata ada armada GH lain yg laka. Ada mobil yg memotong jalan, yg akhirnya membuat armada tsb banting setir kekiri dan menghajar “beton”, ada bbrp komponen yg rusak, yg akhirnya membuat armada harus berhenti dan penumpang dipindah. Koordinasi dengan pusat dan armada lain, sudah ada armada di lingkar kudus yg menunggu disana. Alhamdulillah tidak ada korban luka d penumpang, namun lumayan, dr demak ke kudus hrs berdiri. Saya lanjut bobo mania.
—–
21. Bangun sudah sampai Tuban pukul 0500, RM. TamanSari Tuban, bablas karena sudah kesiangan. Driver
22. 0649 Lamongan, jalanan mulai ramai oleh motor dan kendaraan lain.
23. 0756 Alhamdulillah bisa touchdown Terminal Bungurasih.

Recap.
1. Armada mumpuni, meski menurut Pak Kas ada yg kurang pas, tp menurut sya yg awam mesin, sangat mantap tarikan dan powernya. Suspensi mantap sekali, lewat lubang kecil dan garis menjelang GT, hanya sedikit terasa. Glodakan, hampir tidak ada. Suspensi udara yg kadang bikin terasa goyang, tidak banyak terasa disini.
2. Kecakapan driver dalam mengemudi, mantap, hanya perlu ditambah kopi dlu biar makin semangat. Helper keren, mau bantu penumpang yg sakit, inisiatif cari info dan koordinasi dengan pusat saat ada problem. Crew enak diajak ngobrol semuanya.
3. Beberapa PO lain, service makan biasanya hanya menyediakan lauk 2-3 jenis saja, plus hanya teh tawar. GH? 5 jenis lauk plus teh manis, meski hanya gelas kecil. Lauk bisa ambil banyak benernya, tp secukupnya saja
4. Ketepatan waktu, harusnya bisa sampai lebih cepat jika berangkat tepat waktu jam 1500 dan tidak ada kejadian perbantuan. Estimasi jam 0500 sudah sampai surabaya, harusnya bisa sampai jam 0700, akhirnya finish jam 0756.

Overall, 8.5/10. Next time jika ada kesempatan, akan coba service layanan yang sama.

Gunung Harta - GH 035

Gunung Harta – GH 035


KA 5 Argo Wilis, Surabaya – Bandung

KA 5 – Argo Wilis

Perjalanan balik kali ini “terpaksa” harus dilakukan menggunakan moda Kereta Api. Opsi lain menggunakan

  1. Bus. Ditolak proposal nya oleh Uti si Kecil, padahal sepanjang perjalanan dia minta untuk naik Bus aja.
  2. Pesawat. Efek dari buruknya cuaca di kota Surabaya dan Bandung, serem kalau harus naik dengan kondisi cuaca seperti itu.

Diputuskan untuk naik Kereta Api di Minggu Pagi, menggunakan KA 5 – Argo Wilis. Berangkat dari Stasiun Gubeng, pukul 0700 dan target sampai di Stasiun Bandung, pukul 1906. Foto dibawah diambil ketika kereta baru datang, dan si kecil terpana melihat kereta Argo Wilis, “Ayah, naik yang ini aja, keretanya panjang…”. Sebenarnya minggu sebelumnya sudah naik kereta lokal, Kiaracondong – Padalarang – Kiaracondong, dan sudah dijanjikan minggu depannya (kemarin) untuk ke arah Cicalengka. Dan ternyata, kesampaian juga meskipun sedikit berbeda dari rencana awalnya.

Kereta Argo Wilis hanya berhenti di beberapa stasiun saja, antara lain: Surabaya Gubeng, Jombang, Madiun, Solo Balapan, Yogya Tugu, Kutoarjo, Kroya, Banjar, Tasikmalaya, Cipeundeuy, Bandung Kota. Perjalanan total memakan waktu 12 jam dan 6 menit, dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang tertera di ticket. Overall, perjalanan kali ini cukup nyaman, tidak ada kendala selama perjalanan. Namun bagi saya, untuk perjalanan jarak jauh Bandung-Surabaya-Bandung tetap seperti berikut urutannya: Bus > Pesawat > Mobil pribadi > Kereta Api > Jalan Kaki 😀

 

Menunggu KA 5 Argo Wilis

Menunggu KA 5 Argo Wilis

 


Bebek Palupi Surabaya

Bebek Palupi Surabaya

Bebek Palupi, salah satu warung makan terkenal di daerah surabaya bagian selatan. Menu utamanya adalah bebek goreng, dan ada beberapa jenis makanan sejenis lainnya. Setau saya ada 2 lokasi yg saling berdekatan, mengenai kenapa kok bisa ada 2, silahkan tanya ke rumput yang bergoyang.Hampir setiap berkunjung ke surabaya, disempatkan untuk mampir kesini atau sekedar pakai delivery order. Harganya relatif tidak mahal, masih ukuran warung kaki lima pinggir jalan. Untuk porsi seperti dibawah, total bayar hanya Rp. 52.000,- saja. Meski begitu, cita rasanya sungguh maknyus, bebeknya empuk, sambalnya lumayan enak. Seperti malam ini, saya berdua dengan istri menyempatkan untuk datang kesana, mumpung si kecil mau ditinggal dengan Uti-nya, kami pacaran dulu hehehehe. Monggo silahkan yg sedang berada di sekitaran Rungkut dan sekitarnya, mencicipi makanan lokal Surabaya ini. Berdayakan kulinari asli Indonesia 🙂

Bebek Palupi Surabaya

Bebek Palupi Surabaya


Ayah, keretanya kok tidak jalan-jalan :D#railfans dadakan

Ayah, keretanya kok tidak jalan-jalan :D#railfans dadakan


%d bloggers like this: